Awal tahun 2023 yang mengejutkan..
Langkah kakiku mulai berat, dadaku mulai sesak. Setelah satu minggu lebih, akhirnya tangisku pecah juga.
Berat sekali kurasakan tahun 2023 ini. Menerima kenyataan kalau suamiku terdiagnosa sakit diabetes. Beribu rasa ada di dada. Dari mulai sedih, kecewa, takut, marah. Lama-lama bisa aku yang sakit lebih parah.
Beginilah manusia jika lemah imannya. Dengan ujian sedikit, mentalnya jatuh terbelah. Aku sedih suamiku sakit. Aku kecewa kenapa suamiku yang sudah tau memiliki keturunan diabetes tidak lebih berhati-hati. Aku takut menghadapi masa depan, bagaimana biaya pengobatan, apakah akan terjadi komplikasi, sampai kapankah suamiku bisa bertahan, dan sanggupkan aku menjalaninya. Aku mulai marah kepada orang-orang, kepada mertua yang tidak mengajarkan suamiku pola hidup sehat sehingga berat baginya menjalani pola hidup sehat sekarang.
Setelah satu minggu lebih aku sibuk mondar-mandir rumah-RS. Sibuk membagi waktu untuk anakku dan suamiku. Setelah sekarang aku berada di rumah, mulai ada waktu senggang, mulailah setan-setan ini membisikkan kekhawatiran di hatiku.
Perlahan-lahan aku harus mulai mengurai keruwetan di otakku. Untuk saat ini aku harus fokus ke penyembuhan suamiku. Harus mulai mencari info pola makan dan pola hidup yang baik untuk suamiku. Selanjutnya aku harus mulai menata kembali keuangan keluargaku yang cukup berantakan ini. Dan terakhir aku harus mulai menanamkan pola hidup sehat untuk anakku karena dia juga memiliki kemungkinan terkena diabetes karena keturunan.
Dan sesungguhnya yang terpenting dan yang kurasakan paling membebaniku saat ini adalah lemahnya imanku dan jauhnya aku dari Tuhanku, Allah SWT. Mungkin aku harus memperbaiki kembali imanku, tauhidku, sholatku, agar langkahku semakin ringan. Ya Allah ampuni dosaku, kuatkan imanku, dan tuntunlah jalanku.
Komentar
Posting Komentar