ANAK UMUR 1,5 TAHUN KENA ROSEOLA DI MASA PANDEMI? PANIK GAK PANIK GAK? PANIK LAAAAHH.. MASA ENGGAK

Masih di masa pandemi, hal -  hal yang dulunya biasa saja menjadi seram. Berawal ketika hari Jumat tanggal 18 Juni kemarin suami mengeluh badannya sakit dan ngilu - ngilu. Walaupun tidak ada demam dan ketika diukur dengan termometer, suhu tubuhnya normal saya rasa deg-degan tetap ada. Ke-horror- an ini dilanjutkan dengan anak yang mengalami demam ringan di sabtu sore. Langsung di hari itu juga, suami book slot di hari Minggu untuk melakukan swab antigen di klinik langganan via halodoc dan alhamdulillah hasilnya non-reaktif.

Beberapa treatment yang kuupayakan agar demam anak turun antara lain skin to skin dengan anak (anakku masih berumur 1,5th) dan membalur badan anak dengan essential oil young living. Aku membuat racikan 5 tetes peppermint oil yang kucampur dengan 15ml V-6 yang kubalurkan ke punggung, lipatan ketiak, lipatan paha sampai telapak kaki 2 jam sekali. Ini adalah pertama kalinya anakku pakai peppermint oil untuk demam. Di hari sabtu itu panasnya tidak turun tapi malah beberapa kali dia sendawa, sampai kupikir anakku masuk angin. Puncaknya di jam 12 malam panasnya malah naik sampai 39 derajat tapi tidak lama dia berkeringat dan bisa tidur. Tiba - tiba di jam 01.30 minggu dini hari anakku bangun lalu duduk dan minta minum dan kue. Setelah kuraba dahinya, ternyata panasnya turun. Segera kuberi minum air putih dan biskuit. Total dia makan 3 biskuit. Mungkin memang dia lapar karena sorenya muntah dan tidak mau makan lagi.

Alhamdulillah di minggu pagi badannya tidak terlalu panas hanya sekitar 37 derajat plus bonus pup banyak banget sepertinya efek dibalurin peppermint oil sepanjang malam. Makan paginya pun  habis. Jam 11 siang anakku tidur pulas dan bangun di jam 1 siang, namun sayangnya dengan badan panas tinggi sampai 39 derajat lagi. Ohya, peppermint oil tadi masih terus kubalurkan tiap 2-3 jam sekali ya. Tapi akhirnya di minggu siang itu aku menambahkan 20 tetes lemon oil dan 10 tetes frankincense oil ke campuran peppermint oil dan V-6 oil tadi. 

Di hari minggu itu, anakku tidak mau makan siang sama sekali dan agak rewel juga terlihat lemas. Dia hanya mau nenen dan minum air putih. Sampai akhirnya di jam 6 sore aku memutuskan memberi anakku paracetamol merk tempra. Ini pertama kalinya anakku minum obat penurun panas, jadi sejujurnya aku tidak tahu takaran yang pas. Menurut instruksi di box nya untuk anak 1-2 tahun adalah sebanyak 1,2ml. Tapi karena setahuku pemberian paracetamol itu tergantung pada BB anak dan BB anakku masuk kategori irit, aku memutuskan hanya memberikan sebanyak 1ml dengan asumsi yang akan masuk ke mulut anakku mungkin hanya sebanyak 0,8-0,9 ml karena pasti tidak akan bersih pipetnya itu.

Tidak lama setelah minum paracetamol panas anakku turun dan alhamdulillah mau makan sampai habis. Tidak lama anakku juga tidur. Minyak - minyak tadi tetap kubalurkan tapi tiap 1 jam sekali. Di jam 11 malam panas anakku naik lagi sampai 39 derajat dan aku memutuskan memberikan tempra 1ml lagi. Pokoknya setelah diberi tempra panas anakku selalu turun alhamdulillah ngefek tempra ini ke anakku. Tidak lama dia tidur dan panasnya tidak naik lagi walaupun semacam berhenti di 37,5 derajat.

Di hari Senin karena panas anakku stuck di 37,5 derajat suamiku memutuskan untuk book nomor dokter anak di RS Carolus untuk hari selasa. Kenapa hari selasa? Karena pertimbangan kami adalah menunggu sampai 3 hari. Apabila di hari Senin ini panasnya turun makan Selasa tinggal dibatalkan saja perjanjian dengan dokternya. Alhamdulillah di hari Senin panas anakku tidak naik sehingga di hari Senin ini aku tidak memberikan tempra ke anakku hanya kubalur minyak saja. Dan lalu alhamdulillah di hari Selasa suhu tubuh anakku sudah normal. Hatiku lega dan perjanjian dengan dokter Martina kubatalkan.

Tapi oh tapi di hari Rabu pagi bangun tidur muncul ruam - ruam di kening anakku. Karena badannya tidak demam kuputuskan untuk WA bidan yang menjadi tim DSA anakku. Bahagia banget aku sama dokter yang mau di WA walaupun melalui timnya seperti ini. 


Kurang lebih ya intinya karena tidak demam dokter Tina mengatakan tidak perlu dibawa ke RS. Aku pun memutuskan untuk mengikuti saran tersebut mengingat sekarang covid sedang tinggi - tingginya. Aku dan suami memutuskan untuk melihat selama 7 hari apabila ruam tidak hilang baru ke dokter. Kecuali jika demam muncul lagi, mungkin aku akan langsung ke dokter.

Dari pencarian di google exanthema virus sepertinya adalah yang juga dikenal dengan roseola. Sempat bingung juga kan selama pandemi anak jarang dibawa ke luar, kami pun tidak ada yang sakit roseola, lalu kira - kira kena dari mana. Daaaann sepertinya kena dari ART baru kami. Jadi setelah melihat ruam di wajah anak, budhe cerita kalau menjelang lebaran kemarin dia juga mengalami demam dan ada ruam seperti itu namun sudah sembuh. Mungkin di tubuhnya masih ada virusnya ya dan menular ke anakku. Wallahu'alam juga sih kena dari mana. Semoga ini memang hanya roseola dan panasnya tidak naik pagi. Semoga ruamnya juga hilang dalam 7 hari sehingga tidak pelu membawa anak ke RS.

Komentar

Postingan Populer