SHARING PENGALAMANKU DENGAN 4 DSA DI CAROLUS

Anakku yang bernama.. sebut saja IWIL lahir di RS Carolus. Cerita tentang pemilihan RS untuk melahirkan mungkin akan kutulis di lain hari. Dalam tulisan ini aku mau sharing tentang pengalamanku melakukan konsultasi dengan 4 DSA di RS Carolus.

Awalnya karena aku sangat ingin Iwil bisa melewati proses IMD dan selanjutnya aku bisa memberikan ASI eksklusif sampai Iwil berumur 2th. Oleh karena itu aku ingin DSA yang menangani Iwil adalah dr Utami, yaitu dokter senior sekaligus konselor laktasi terkenal di RS Carolus. Namun sayangnya karena padatnya jadwal beliau, beliau tidak mungkin untuk mendampingi atau melakukan pemeriksaan awal bayi - bayi yang baru dilahirkan. Sehingga di hari H saat aku mau melahirkan dan ditanya untuk DSA yang akan mendampingi aku tidak punya alternatif lain selain dr Utami. Akhirnya suamiku memilih dr Yohmi karena beliau adalah DSA dari anak teman suamiku dan sejauh ini reviewnya bagus.



Di atas adalah profil dr Utami yang aku ambil dari web resmi RS Carolus. Temanku sempat mengalami anaknya bingung puting dan berkonsultasi dengan beliau. Menurut review temanku dr Utami ramah namun tegas. Beliau benar - benar berusaha membantu temanku untuk bisa relaktasi kembali. Kalau tidak salah setelah beberapa kali konsultasi akhirnya dr Utami menemukan posisi yang pas untuk temanku menyusui sesuai anatomi payudara temanku dan kondisi anaknya yang memiliki tongue tie ringan.



Nah, kalau ini adalah profil dari dr Yohmi yang ternyata juga memiliki sertifikasi IBCLC. Jadi beliau juga DSA sekaligus konselor laktasi seperti dr Utami. Setelah pulang dari RS aku mencoba untuk mencari info tentang dr Yohmi dan ya menurutku kalau dari riwayat pendidikan dan lain sebagainya sih dia oke ya, sehingga aku terus berkonsultasi dengan beliau sampai Iwil berumur 9 bulan. 

Ketika Iwil berumur 9 bulan aku menghadapi masalah yang banyak dihadapi oleh ibu - ibu lainnya, yaitu anak susah makan. Suatu hari di grup BC aku, ada yang share webinar yang diadakan oleh dr Martina yang berkolaborasi dengan Jakarta Family Center (instagram @jktfamilycenter) tentang MPASI. Aku langsung suka dengan cara dr Tina memberi penjelasan yang jelas dan sabar. Singkat cerita, saat Iwil berusia 10 tahun aku memutuskan untuk pindah dari dr Yohmi ke dr Tina.


Dokter Tina dari segi usia dan pengalaman masih berada di bawah dr Yohmi. Begitu pula di RS Carolus jumlah pasien dr Yohmi lebih banyak daripada dr Tina, yang menurutku menunjukkan bahwa dr Yohmi lebih dipilih oleh pasien. Tapi menurut pengalamanku, justru karena dr Yohmi ini pasiennya banyak, beliau jadi agak terburu - buru ketika menjelaskan. Untukku yang emak - emak suka insecure dan gampang khawatir ini, suka merasa kurang puas kalau konsultasi ke dokter yang buru - buru seperti itu. Kalau dr Tina itu ramah dan pelan - pelan kalau menjelaskan. Jadi kami sebagai orang tua nanya - nanya juga tidak sungkan. Sebagai tambahan informasi, dr Tina ini juga praktek di RS YPK Mandiri.

Selain 3 dokter di atas, ada 1 dokter lagi yang pernah aku datangi saat Iwil berumur 2 bulan dan sempat demam. Sebenarnya waktu itu aku mau ke dr Yohmi sayangnya dr Yohmi sudah full, tuh kan bukti kalau dr Yohmi itu pasiennya banyak. Jadi nggak bisa banget daftar mendadak. Dan karena saat itu aku juga belum punya banyak info aku datang ke dokter lain yang kebetulan praktik di hari itu yang menurutku tidak recomended karena galak dan tidak mau mendengar keluhanku. Mungkin karena dokternya laki - laki ya (aku ga mau sebut nama tapi clue  aja laki - laki) jadi empatinya menurutku agak kurang. Jadi ya dokter itu langsung ku-blacklist.

Jadi kesimpulannya kalau menurutku untuk permasalahan seputar laktasi sebaiknya memang ke dr Utami. Tapi di RS Carolus ada juga dokter laktasi yang lain yaitu dr Vanny (bukan dokter anak hanya dokter umum), juga DSA lain seperti dr Yohmi juga katanya menerima konsultasi laktasi. Sedangkan dari pengamatanku, DSA yang pasiennya paling banyak itu dr Yohmi, lalu dilanjut dr Evelyn, baru dr Tina. Kalau orang awam seperti aku biasanya mikirnya kalau yang pasiennya banyak artinya lebih terkenal. Sementara untukku saat ini aku sudah cocok dengan dr Tina, karena beliau sabar dalam menjelaskan. Dan yang terpenting bisa dihubungi melalui WA. Walaupun menghubunginya bukan langsung ke dokternya tapi ke bidan yang menjadi timnya untuk kemudian diteruskan ke dr Tina. Di masa pandemi seperti ini sangat membantu sekali seperti saat anakku terkena roseola saat ini.

Sekilas info untuk biaya di RS Carolus, rinciannya adalah :
Biaya administrasi : Rp100.000 (sejak pandemi, sebelumnya Rp50.000. Ngga tau waktunya naik aja apa ada efek karena pandemi)
Biaya konsultasi dokter spesialis anak: Rp300.000
Untuk tindakan termasuk vaksin tergantung jenis tindakan dan vaksinnya.

Komentar

Postingan Populer