DRAMA ART Part 1
Halo-halo.. kali ini aku mau curhat tentang drama ART yang sedang aku alami. Walaupun ini judulnya part 1, sebenarnya ini bukan yang pertama kali aku alami.
Kegalauan hari ini berawal dari ART yang di tiba-tiba berpamitan akan berhenti kerja mulai tgl 20 November nanti. Alasannya karena mau membantu adiknya yang usaha warteg. Yang Ibu-Ibu bisa kebayang dong sedih dan paniknya, apalagi kalau sudah merasa cocok dengan ART yang ada sekarang.
Sebenarnya ART-ku juga bukan yang sempurna gimana gitu, cuma setelah 1,5 tahun membersamai keluarga kami, aku sudah masuk ke tahap menerima dia apa adanya. Haha macam jodoh ya, menerima apa adanya. tapi memang kan mencari ART itu konon katanya lebih pusing daripada mencari jodoh.
Saat ini aku masih dalam tahap negosiasi dengan ART. Karena berdasarkan ngobrol-ngobrol kami, ART ini sebenarnya tidak ingin berhenti. Tapi adiknya 'ngambek' karena merasa masa ART tidak mau membantu saudaranya sendiri. Dan ART-ku ini kan orangnya memang polos, jadi aku mencoba sedikit membuka pikiran dia supaya bisa lebih logis berbicara dengan adiknya.
Mencoba tenang dan fokus pada solusi, itulah kalimat yang kuulang-ulang kalau aku mulai stres. Rencananya hari ini aku akan mulai memastikan lagi apa ART ini tetap akan berhenti. Kalau iya mungkin aku akan mulai bergerilya mencari ART melalui penyalur.
Aku juga heran dengan diriku sendiri yang cukup 'santai'. Mungkin karena anak juga sudah besar dan kondisi pandemi mulai membaik. Plus aku juga sudah pernah survei daycare jadi sudah ada bayangan. Walaupun untuk saat ini daycare menjadi pilihan terakhir, karena kondisi anak yang drop pasca terkena covid.


Komentar
Posting Komentar